Ketika Celaan Fisik Dianggap Normal




Beberapa hari kemarin, saya habis menonton video ngobrol dari Gita Savitri dan Paul Andre yang menceritakan pengalaman mereka tentang body shaming. Kalau ada yang penasaran dengan videonya, bisa langsung membuka tautan videonya di bawah..


Sebelum kalian melihat videonya, apakah ada yang tahu tentang body shaming? Jadi, body shaming itu merupakan sebuah perilaku kurang baik yang tujuannya untuk mencela bentuk fisik orang lain.

Bagi sebagian orang, mencela bentuk fisik orang lain itu dianggap sebagai sebuah candaan atau lelucon dan wajar untuk ditertawakan. Dan terkadang, ketika orang yang fisiknya dijadikan bahan candaan tersebut merasa nggak terima dan marah, malah dianggap nggak asyik buat diajak bercanda.


Coba deh kita flashback, pernah nggak tiba-tiba ketika di dalam sebuah situasi dan kondisi, kamu pernah berkata seperti ini ke orang lain :

Eh kamu gendutan ya sekarang? Naik berapa kilo nih?
Ihh mukamu kok jadi hitam dan jerawatan gitu sekarang!
Ya, itu beberapa contoh body shaming yang sering muncul di lingkungan kita, seperti pada video Gita Savitri dan Paul Andre ini. 



Mungkin bagi pihak yang mengatakan hal tersebut, perkataan itu biasa saja. Tapi, kita nggak akan pernah tahu apa yang ada di dalam pikiran dan perasaan orang yang dijadikan objek celaan tersebut.

Bisa jadi, setelah orang tersebut mendengar komentar orang lain tentang dirinya, dia menjadi depresi dan nggak mau bersosialisasi dengan lingkungannya lagi. Atau bahkan kemungkinan-kemungkinan buruk lainnya pun bisa terjadi pada diri orang tersebut.

Jika memang kita peduli dengan orang-orang di sekitar kita dan nggak ingin orang lain menjadi depresi akibat apa yang kita ucapkan, maka tolong tahan dirimu untuk melontarkan komentar negatif tentang fisik orang lain. Toh diri kita sendiri juga memiliki banyak kekurangan.

Manusia memang makhluk yang diciptakan oleh Allah azza wa jalla dengan sempurna, seperti dalam firman Allah berikut :

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ
"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya." [Q.S At Tin : 4]
Tapi tidak berarti kita merasa diri kita lah yang paling sempurna dibandingkan dengan manusia lainnya. Jadi, mulai saat ini marilah kita mengurangi mengeluarkan perkataan-perkataan yang dapat menyakiti hati dan mendzolimi orang lain. Kurangi mengeluarkan lelucon tentang bentuk fisik orang lain di sekitar kita juga yuk.. 

Comments

  1. Like
    . because every one is special.
    G ada manusia jelek atau nggak, Karena sudh sesuai dg porsi masing²

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you Mijan ❤️, semoga bisa membuka pemikiran orang biar lebih menjaga lisannya ☺️

      Delete

Post a Comment